Renungan

Featured

Semua peristiwa kehidupan terjadi karena suatu alasan. Jadilah diri sendiri yang menemukan kebenaran dari energi positif kehidupan. Kita tidak perlu menemukan kebenaran hidup melalui orang lain. Kita cukup memiliki energi positif yang tinggi untuk dapat menemukan kebenaran hidup.

Berhentilah untuk menggantungkan hidup Kita pada orang lain. Berhentilah untuk mengejar pengakuan dari orang lain. Berhentilah untuk membuktikan pada orang lain. Kita adalah ciptaan Tuhan yang unik dan hebat. Bersyukurlah dan hormati jati diri Kita untuk kehidupan yang Kita pilih.

Kehidupan tidak terjadi sekaligus, tetapi sebuah rangkaian atau proses melalui berbagai peristiwa yang disukai ataupun yang tidak disukai. Hal yang disukai atau pun yang tidak disukai selalu datang ke dalam kehidupan siapa pun. Sikapi semua itu dengan cinta. Kita tidak perlu menyikapi yang tidak Kitaa sukai dengan kecewa, marah, dendam atau kesal. Semua itu terjadi karena suatu alasan.

Dan uniknya, tidak seorang pun yang mengerti apa yang sesungguhnya terjadi oleh berbagai peristiwa kehidupan. Biasanya, bila kejadian-kejadian itu merugikan hidupnya, maka dia marah. Sebaliknya, bila kejadian itu menguntungkan hidupnya, dia senang. Padahal, hanya Tuhan yang paling tahu atas segala kejadian di dalam kehidupan seseorang.

Musibah belum tentu sesuatu yang merugikan di masa depan, bisa saja sebagai awal kemajuan. Keuntungan belum tentu sesuatu yang menguntungkan di masa depan, bisa saja sebagai awal kemunduran. Jadi, apa pun peristiwa kehidupan yang dialami, cobalah untuk tetap rendah hati dan memohon petunjuk Tuhan yang Maha Kuasa.

Bila semua peristiwa disikapi dengan positif, maka hidup menjadi indah. Pikiran positif menarik energi positif ke dalam diri. Kehidupan tidak terjadi sekaligus, tetapi sebuah rangkaian atau proses melalui berbagai peristiwa yang disukai ataupun yang tidak disukai. Apapun yang Kita alami saat ini bukanlah sebuah akhir, bisa saja sebuah awal untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik. Jadi, kuatkan pikiran positif untuk menciptakan pengalaman indah bersama setiap peristiwa kehidupan.

Hidup ini adalah sebuah pengulangan peristiwa. Semua yang terjadi saat ini sudah pernah terjadi sebelumnya. Tidak ada sesuatu yang baru di dalam kehidupan. Semua hal yang terjadi pada Kita sekarang sudah pernah terjadi pada orang-orang sebelum Kita, atau mungkin sudah pernah terjadi pada Kita sebelumnya. Kenyataannya, walau peristiwa kehidupan selalu berulang-ulang, sangat sedikit orang yang mampu belajar darinya. Sangat sedikit orang yang sadar bahwa hidup itu hanya pengulangan peristiwa, sehingga mereka tidak mampu menemukan jawaban dari peristiwa yang sama sebelumnya.

Peristiwa baik dan peristiwa buruk adalah aliran energi kehidupan. Peristiwa baik dialirkan oleh energi terang, peristiwa buruk dialirkan oleh energi gelap. Kedua energi tersebut abadi di sepanjang kehidupan. Kedua energi tersebut selalu ada di setiap zaman. Kita hanya bisa menyikapi energi gelap dengan cara ikhlas dan berpikir positif. Kita tidak bisa menghapus energi gelap. Kita tidak bisa mengusir energi gelap. Kita hanya bisa berdamai dengannya melalui pikiran positif Kita yang kuat.

Hidup adalah tentang kebangkitan. Kita tidak boleh meragukan kemampuan Kita untuk bangkit dari realitas kehidupan yang tidak Kita sukai. Kita tidak boleh ragu bahwa gelap selalu kalah dengan terang. Kita harus yakin bahwa cahaya bekerja untuk menutupi kegelapan. Kejatuhan terjadi agar Kita bisa bangkit dengan lebih kuat. Kekalahan terjadi agar Kita menang dengan lebih hebat. Tidak ada penghukuman bagi orang lain atas jatuhnya Kita. Kita harus fokus untuk bangkit. Kita harus mampu memiliki cinta di sepanjang proses kebangkitan Kita. Kita tidak boleh menghakimi siapa pun sebagai penyebab kejatuhan Kita. Pilihlah jalan hidup untuk melihat terang, dan memulai langkah-langkah kecil untuk sampai pada terang.

Jangan biarkan emosi negatif membawa Kita semakin ke dalam kegelapan. Cerdaskan emosi agar emosi negatif tidak menyebabkan kehancuran kehidupan Kita yang lebih dalam. Terangi emosi dengan pikiran positif. Tenangkan emosi dengan jiwa besar dan ikhlas. Terangi semua wilayah batin dengan cahaya cinta.

Kegelapan memiliki hak untuk eksis di dalam diri siapa pun. Diperlukan kesadaran untuk mengganti kegelapan dengan terang. Ketika kegelapan menguasai jiwa; maka, marah, benci, takut, khawatir, dan semua yang negatif akan menguasai kehidupan Kita.

Terang muncul dari cinta dan kasih sayang. Energi positif memancarkan terang dan mampu memfilter semua yang tidak baik. Ketika jiwa dipenuhi cinta dan kasih sayang, Kita mampu melihat semuanya dengan terang dan baik. Hidup yang baik memiliki tingkat energi positif yang paling tinggi. Hidup yang baik memiliki kemampuan untuk mengalirkan energi positif kepada orang lain. Hidup yang baik menyikapi semua peristiwa kehidupan dengan cinta dan kasih sayang.

Advertisements

KECERDASAN SOSIAL

Manusia adalah makhluk sosial sehingga sebagian besar dari kehidupannya melibatkan interaksi dengan orang lain. Sebagai makhluk sosial yang perlu diperhatikan adalah manusia secara hakiki dilahirkan selalu membutuhkan interaksi dengan orang lain untuk memenuhi kebutuhannya (Dayakisni & Yuniardi, 2004). Dengan demikian seseorang akan selalu berinteraksi satu sama lain, dengan berbagai macam individu tentunya dengan pola kepribadian, keunikan dan kekhasan masing-masing. Untuk itu seseorang tidak hanya dituntut bisa berinteraksi dengan orang lain, tetapi cerdas berinteraksi dengan orang lain, kecerdasan itu oleh Goleman disebut sebagai kecerdasan sosial (Goleman 2006; Goleman 2007; Williamson, 2012). Bagi Goleman (2007) kecerdasan sosial merupakan rujukan tepat bagi kecerdasan yang tak hanya tentang relasi kita dengan orang lain namun dalam relasi itu. Bahkan kemampuan sosial menunjukkan kemampuan terbesar yang berhubungan dengan banyak aspek yang sangat dekat pada konstruk kecerdasan sosial (Riggio & Reichard, 2008).

Kecerdasan sosial bisa dikarakteristikkan sebagai sebuah kombinasi dari dasar mengerti orang, salah satu strategi kesadaran sosial dan paket kemampuan untuk berinteraksi secara sukses dengan orang lain (Albrecht, (tt); Albrecht, 2006). Lebih dari itu, Suyono (2007) berpendapat bahwa kecerdasan sosial merupakan pencapaian kualitas manusia mengenai kesadaran diri dan penguasaan pengetahuan yang bukan hanya untuk keberhasilan dalam melakukan hubungan interpersonal, tetapi kecerdasan sosial digunakan untuk membuat kehidupan manusia menjadi lebih bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

PENGERTIAN

Definisi dari Para Ahli :

Kecerdasan sosial erat kaitannya dengan kata “sosialisasi.” Suean Robinson Ambron (1981) mengartikan sosialisasi itu sebagai proses belajar yang membimbing seseorang ke arah perkembangan kepribadian sosial sehingga dapat menjadi anggota masyarakat yang bertanggung jawab dan efektif. (Syamsu Yusuf, Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja, hal.123).

Stephen Jay Could, On Intelligence, Monash University: 1994, menjelaskan bahwa kecerdasan sosial merupakan suatu kemampuan untuk memahami dan mengelola hubungan manusia Kecerdasan ini adalah kecerdasan yang mengangkat fungsi jiwa sebagai perangkat internal diri yang memiliki kemampuan dan kepekaan dalam melihat makna yang ada di balik kenyataan apa adanya ini.

“Kecerdasan sosial adalah suatu kemampuan untuk memahami dan mengelola hubungan manusia”(Stephen Jay Could, On Intelligence, Monash University: 1994)

Kecerdasan sosial adalah kemampuan untuk memahami dan mengelola pria dan wanita, anak laki-laki dan perempuan, untuk bertindak bijaksana dalam hubungan manusia” (Edward Thorndike)

Definisi secara teoritis :

Kecerdasan sosial adalah ukuran kemampuan diri seseorang dalam pergaulan di masyarakat dan kemampuan berinteraksi sosial dengan orang-orang di sekeliling atau sekitarnya.

Kecerdasan sosial adalah kemampuan yang mencapai kematangan pada kesadaran berpikir dan bertindak untuk menjalankan peran manusia sebagai makhluk sosial di dalam menjalin hubungan dengan lingkungan atau kelompok masyarakat (Syamsu, 2004).

KOMPONEN DAN INDICATOR SOCIAL INTELLIGENCE :

  1. Social Intelligence internal, meliputi :
  2. Menjalin hubungan baik dengan orang lain
  3. Mengorbankan kepentingan diri demi orang lain
  4. Keinginan bersosial dari dalam diri
  5. Social Intelligence eksternal, meliputi :
  6. Adanya pengaruh untuk bersosialisasi
  7. Menyelesaikan permasalahan dalam berinteraksi Sosial

 

MODEL SOCIAL INTELLIGENCE

Menurut Karl Albrecht dalam buku Social intelligence, disebutkan sebagai berikut :

  1. Situational awareness(kesadaran situasional), adalah kemampuan seseorang dalam memahami dan peka terhadap perasaan, kebutuhan dan hak orang lain.
  2. Presense (kemampuan membawa diri), adalah cara berpenampilan, menyapa, dan bertutur kata, sikap dan gerak tubuh ketika berbicara atau sedang mendengarkan orang lain berbicara, dan cara duduk atau bahkan berjalan.
  3. Authenticity (keaslian), adalah keaslian atau kebenaran dari pribadi seseorang yang sesungguhnya sehingga diketahui oleh orang lain berdasarkan cara bicara, sikap yang menunjukkan ketulusan, bukti bahwa seseorang telah dapat dipercaya, dan kejujuran yang telah teruji dalam pergaulan seseorang.
  4. Clarity(kejelasan), adalah kemampuan seseorang dalam menyampaikan ide atau gagasannya secara jelas, tidak bertele-tele sehingga orang lain dapat mengerti dengan baik
  5. Empathy(empati), adalah keadaan mental yang membuat seseorang merasa atau mengidentifikasi diri dalam keadaan perasaan atau pikiran yang sama dengan orang atau kelompok lain.

Sementara Daniel Goleman seorang penulis sains terkenal mengusulkan bahwa kecerdasan sosial terdiri dari:

  1. kesadaran sosial (meliputi empati dan kognisi sosial)
  2. fasilitas sosial (meliputi sinkroni, presentasi-diri , pengaruh , dan kepedulian)

 

UNSUR-UNSUR KECERDASAN SOSIAL :

Dalam bukunya yang berjudul Social Intelligence, Daniel Goleman mengemukakan bahwa ada delapan unsur penting dalamkecerdasan sosial. Kedelapan unsur penting tersebut dibagi dalam dua kategori, yakni kesadaran sosial dan fasilitas sosial. Hal yang masuk dalam kesadaran sosial adalah bagaimana seseorang bisa memahami perasaan dan pikiran orang lain. Sementara yang dimaksud dengan fasilitas sosial adalah bagaimana seseorang bisa menjalin interaksi dengan orang lain.

Adapun unsur kecerdasan sosial yang masuk ke dalam kategori kesadaran sosial adalah sebagai berikut:

  1. Empati dasar; adalah hal yang paling penting dan mendasar untuk dimiliki oleh seseorang agar kecerdasan sosialnya dapat berkembang secara optimal dan juga hubungan yang dijalin seseorang akan bisa lebih dekat karena bisa saling merasakan sekaligus memahami perasaan, kebutuhan dan keadaan hati masing-masing.
  2. Penyelerasan; yakni kemampuan untuk bisa mendengarkan dengan terbuka sehingga bisa memahami terhadap apa yang telah disampaikan oleh seseorang dengan tujuan agar kita bisa menyelaraskan diri dengan perasaan orang lain.
  3. Ketepatan empatik; adalah tindak lanjut dari kemampuan dalam melakukan penyelarasan kemampuan untuk bisa memahami dengan baik dan tepat apa yang menjadi perasaan dan pikiran orang lain.
  4. Pengertian sosial; berupa pengertian bagaimana seseorang bisa memahami tentang dunia sosial. Dan dapat dikembangkan kepada anak dengan cara memberikan pengetahuan tentang lingkungan sosial tertentu di tempat kita berada.

 

Adapun unsur kecerdasan sosial yang yang masuk ke dalam kategori fasilitas sosial adalah sebagai berikut:

  1. Sinkronisasi; yaitu kemampuan seseorang dalam memahami bahasa nonverbal sehinga bisa menjalin interaksi sosial dengan baik.
  2. Presentasi diri; adalah hal yang berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk menampilkan diri dengan baik dan efektif ketika membangun interaksi dengan orang lain yang meliputi cara berpakaian, ekspresi wajah, gerak tubuh dan ucapan sebagai buah dari isi hati dan pikiran seseorang.
  3. Pengaruh; seseorang yang mampu memberikan pengaruh kepada orang-orang yang berinteraksi dengannya.
  4. Kepedulian; adalah sikap mengindahkan, memperhatikan atau turut memprihatinkan kebutuhan orang lain atau sesuatu yang terjadi dalam masyarakat.

PENGARUH SOCIAL INTELLIGENCE TERHADAP KESUKSESAN

Sosial IQ adalah ukuran kecerdasan sosial. Orang dengan IQ sosial di atas 120 dianggap sangat sosial terampil dan menyesuaikan diri dengan baik, dan bisa bekerja dengan baik dengan pekerjaan yang melibatkan kontak langsung dan komunikasi dengan orang-orang.

 

TINGKAT SOSIAL INTELLIGENCE

UMUR

120 (diatas rata-rata – sosial dewasa untuk usia)

20.4

110

18.7

100 (rata-rata)

17

90

15,3

80

13,6

70 (dibawah rata-rata)

11,9

60

10,2

50

8,5

40

6,8

30

5,1

20

3,4

DAMAI & BAHAGIA ADALAH PILIHAN

Hidup adalah pilihan. Pilihan hidup itu akan terlihat dari pola pikir dan pola emosi yang Anda mulai di setiap bangun pagi. Bila setiap bangun pagi Anda memulainya dengan rasa syukur dan niat untuk menjadi lebih berguna, serta menjadi lebih melayani kehidupan dengan ikhlas dan tanpa pamrih, maka hari Anda akan bergerak dengan hal-hal baik, yang menciptakan kedamaian di dalam hidup Anda.

Semua pola pikir negatif dan pola emosi negatif pasti akan mengantar Anda menuju penderitaan, kecemasan, ketakutan, kepanikan, ambisi tanpa akal, dan akan menyelimuti pikiran dan emosi Anda dengan suasan batin yang tidak damai dan tidak bahagia.

Semakin Anda mampu mempengaruhi kehidupan Anda dengan hal-hal baik, semakin Anda mampu menjelajahi kehidupan sosial Anda dengan damai dan bahagia. Dan, Anda akan semakin mampu tampil lebih bahagia dan lebih berguna untuk kehidupan yang Anda pilih. Anda yang berpikir positif pasti menjadi lebih cerdas untuk melakukan hal-hal baik buat diri sendiri dan orang lain. Miliki harapan untuk menjadi pribadi yang lebih berguna dan lebih melayani kehidupan dengan ikhlas dan sikap baik, dan buatlah dalam hidup Anda segalanya menjadi damai dan bahagia bersama perilaku baik Anda.

Pikiran, sikap, dan emosi positif akan membebaskan Anda dari kegagalan. Saat Anda terbiasa hidup positif, saat itu Anda akan menjadi pribadi yang luar biasa, yang selalu mampu hidup dengan optimis, dan selalu cerdas bersama waktu untuk mewujudkan harapan, impian, dan keinginan.

Jadilah orang positif. Sebab, orang-orang positif selalu akan mengalir bersama realitas kehidupan. Apapun situasi dan kondisi kehidupan, orang-orang positif akan selalu mengalir bersama waktu dan tidak akan menarik diri dari realitas kehidupan. Mereka selalu ikhlas hidup di dalam kehidupan nyata, dan tidak akan membiarkan dirinya terjebak dalam pola kehidupan atas dasar keyakinan yang membatasi ruang gerak oleh wawasan yang sempit, serta selalu akan menjalani kehidupan dengan merangkul dunia yang lebih luas daripada dunia sempit yang diyakininya.

Mengembangkan sikap positif berarti setiap hari Anda cerdas merangsang perasaan positif. Kemampuan untuk memperkuat daya tahan mental dan emosi, dan juga daya tahan fisik, akan menjadi awal yang unggul untuk mengembangkan sikap positif. Pastikan Anda mampu mengembangkan cinta di dalam diri untuk melayani kehidupan Anda. Dan, pastikan juga bahwa Anda selalu tegas, serta tidak mudah bingung atau goyah oleh hal-hal negatif yang bersumber dari pikiran negatif Anda.

Saat ketidaknyamanan mengganggu pikiran dan emosi Anda, maka Anda harus mau menerima ketidaknyamanan itu sebagai bagian dari proses pembelajaran untuk menjadi lebih baik. Anda harus mau bertoleransi kepada realitas ketidaknyamanan, dan mau menjadi murid yang giat belajar untuk merubah ketidaknyamanan itu menjadi pelajaran berharga, untuk menciptakan kenyamanan dan kebahagiaan.

Ketika kebencian menguasai pikiran dan emosi Anda, maka hidup Anda selalu akan bergerak bersama dendam, serta selalu menjadikan Anda kehilangan cinta, bahagia, damai, dan rasa nyaman. Jadilah pribadi positif,  karena di dalam pribadi positif ada kehidupan yang damai dan bahagia untuk selamanya.

MEMULIHKAN INTEGRITAS PRIBADI DENGAN CINTA

Ketika kita mencoba untuk mengisi cangkir yang tidak bersih dengan air bersih, maka cangkir itu akan terisi penuh dengan air tidak bersih. Jangan pernah berhenti untuk hidup jujur; jangan pernah berhenti untuk melayani dengan hati; jangan pernah berhenti untuk mengabdi dengan kontribusi; jangan pernah berhenti untuk mencintai pekerjaan dan kehidupan kita dengan totalitas. Sebab, sekali kita berhenti, kita akan kehilangan akal untuk melihat kebenaran hidup kita.

Ketika kita memperlakukan diri dengan standar etika yang diperkuat integritas pribadi; ketika kita menempatkan perilaku kita dalam batasan sikap yang penuh integritas dalam komitmen untuk hidup jujur; maka, kehidupan kita akan dimuliakan, dan semua orang akan menghormati standar integritas pribadi kita.

Cinta adalah bahasa hati yang sangat jujur. Ketika kita mencintai pekerjaan kita, maka sikap tanpa pamrih akan menjadi kekuatan untuk melayani pekerjaan tersebut. Dan, kita akan menjadi pribadi yang sangat ikhlas untuk melayani pekerjaan kita.

Pulihkan integritas pribadi dengan mencintai apa yang kita lakukan. Satukan pikiran, emosi, sikap, perilaku, dan keputusan dalam integritas yang berbahasa cinta. Dan ingatlah selalu, bahwa integritas pribadi dan kekuatan cinta, akan menjadi penyelamat saat kita jatuh dalam tantangan hidup. Miliki pemahaman yang jelas tentang integritas pribadi di dalam konsep diri yang tegas. Siapkan konsep diri yang tegas ke dalam kehidupan dan pekerjaan kita, yang totalitas dengan integritas dan cinta.

Buatlah keputusan untuk meninggalkan semua sikap dan perilaku yang kurang berintegritas. Jangan biasakan diri untuk mencari kehidupan dengan cara-cara yang merendahkan integritas pribadi kita. Cintai diri dan hormati harga diri dengan sikap dan perilaku yang totalitas dengan integritas. Siapkan mental, emosional, dan fisik kita untuk tumbuh dan berkembang dalam kekayaan integritas pribadi kita. Tempatkan jati diri dalam etika yang terukur risiko dalam pola kehidupan yang sehat dan jujur.

Jauhkan kepribadian kita untuk menjadi terobsesi dengan kekuasaan, jabatan, kekayaan, dan fasilitas kehidupan yang didapatkan tanpa etika. Kuatkan integritas pribadi untuk dapat menjalankan etika dengan penuh cinta dan pengabdian. Jangan menjadi seorang pecandu korupsi yang melakukan semua taktik dan strategi untuk bisa korupsi. Pahami bahwa hidup itu sekilas dalam waktu yang tidak lama; dan jadilah berguna buat kehidupan bersama kekuatan cinta, etika, dan integritas pribadi yang konsisten.

Ketika kekuatan dari luar diri kita mencoba mempengaruhi soliditas integritas pribadi kita, maka kita harus memiliki solusi yang kuat untuk menjaga integritas pribadi kita. Jangan pernah membiarkan kita kehilangan integritas dan etika hanya oleh desakan dari luar diri kita. Tetaplah menjaga kehormatan diri dan tetaplah jalani hidup dengan jujur. Selama kita jujur bersama integritas pribadi, maka Tuhan akan memiliki banyak cara untuk membuat hidup kita sejahtera.

Bila integritas pribadi kita sudah sangat kuat, kita tidak mungkin lagi bisa terperangkap dalam pergolakan batin dan pikiran oleh lingkungan yang tidak etis dan tidak jujur. Tetapi, kita bisa menjadi kekuatan yang menginspirasi lingkungan kita untuk hidup dan bekerja secara etis bersama integritas pribadi masing-masing.

Kemampuan untuk memulihkan integritas pribadi dengan cinta, akan menjadi kekuatan yang tidak membuat kita mudah untuk tergelincir kembali ke dalam pola pikir tanpa integritas. Ini karena, kita akan sadar untuk memulihkan integritas, saat integritas menjadi lemah oleh realitas negatif kehidupan.

Lakukan pengembangan kepribadian dengan mengadopsi praktek-praktek kehidupan yang menghormati integritas diri sendiri. Jangan menghina atau mengecilkan diri kita yang luar biasa itu dengan mental seorang koruptor. Tunjukkan otentisitas integritas pribadi kita dalam semua bidang kehidupan dan pekerjaan kita.

Integritas pribadi bukanlah untuk menjadikan kita terobsesi hidup jujur. Tetapi, integritas haruslah menjadi kekuatan yang membebaskan diri kita dari kekuatan tidak baik. Artinya, saat kita sudah mampu hidup bebas dari pengaruh kekuatan tidak baik, maka hidup kita selalu akan merdeka dalam sukacita kehidupan yang penuh cinta.

Be a Teacher

Menjadi guru yang disenangi oleh siswa merupakan impian bagi seorang guru. Tapi menjadi guru bukanlah perkara yang mudah di Negeri ini, masih banyak masalah-masalah yang menjadi tanggung jawab kita bersama seperti gaji guru yang minim, tidak meratanya jumlah guru di daerah, kualitas guru yang masih rendah, tuntutan jam ngajar yang tinggi dan masih banyak lagi. Dengan masalah-masalah di atas, terkadang kita sebagai guru lupa dengan hal-hal kecil yang membuat turunnya kualitas kita sebagai guru di mata Siswa, yang mengakibatkan ketidaksukaan siswa kepada kita. Apa saja yang siswa tidak suka terhadap gurunya, berikut kami paparkan :
1. Guru tidak mengusai materi
Materi pembelajaran merupakan inti pokok sistem pembelajaran, jadi kita harus menguasai materi yang mau diajarkan ke siswa secara detail. Jangan sampai kita mengajarkan hal yang kita juga belum menguasainya. Memang tidak ada manusia yang dapat memahami segala hal dengan sempurna, makanya kita harus terus belajar untuk mengajar. Sehingga konsep yang kita ajarkan terasa mantap, siswapun akan suka dengan Anada sebagai guru
2. Jarang Masuk
tidak sedikit guru yang sibuk di luar kegiatan sekolah, mungkin itu kegiatan keluarga maupun kegiatan bisnis. Kepentingan Bisnis dan keluarga boleh dilakukan asal tidak mengganggu kegiatan belajar di kelas, apalagi sampai tidak masuk dan mengabaikan tugasnya mengajar. Guru seperti ini sangat tidak disukai oleh siswanya. Jadi hindarilah!
3. Berpakaian tidak rapi (Norak)
Bagi murid-murid, guru itu merupakan cermin yang bisa mereka contohkan. Tapi bagaimana kalau guru berpakaian tidak rapi apalagi sampai berpakaian norak. Siswa akan menjadi tidak respect terhadap guru yang guru yang berpakaian tidak rapi. Ketidak siswa tidak resfect biasanya siswa tidak bisa menerima materi pembelajaran dengan baik.
4. Berkata kasar
perkataan terhadap siswa harus halus, memikat, dan penuh perhatian. setiap bimbingan, nasehat, dan perkataan harus disampaikan dengan lemah lembut. Hindari mengeluarkan perkataan kasar, bernada tinggi dan ancaman. Jika itu terjadi, tidak ada efektivitas dalam pembelajaran yang dilakukan. siswa akan mencemooh dan mngolok-olok guru yang sering berkata kasar.
5. Memberikan tugas rumah atau PR tanpa diperiksa
Pekerjaan rumah (PR) memang dapat menjadikan siswa rajin belajar di rumah. Mereka akan mengatur waktu untuk belajar ekstra demi menyelesaikan tugas dari gurunya. Namun ketika kesungguhan mereka di sia-siakan oleh gurunya, mereka akan kecewa dan semangat untuk mengerjakan PR selanjutnya akan kendor. Guru yang tidak memeriksa PR yang dikerjakan oleh siswa, secara otomatis tidak akan disukai oleh siswanya.
6. Menghukum semena-mena
Menghukum siswa harus didasari dengan kasih sayang, kebijaksanaan, dan kearifan. Jangan memberikan hukuman kepada siswa berdasarkan kebencian, permusuhan, dan emosi yang tidak terkendali. Guru adalah pembimbing spiritual murid, sehingga sikap perilakunya harus konsisten dengan statusnya sebagai pembimbing moral dan spiritual. Kalau hukuman didasari sifat kasih sayang, maka guru akan didasari sifat kasih sayang, maka guru akan menghindari cara-cara yang di luar batas kewajaran, bahkan tidak akan menghukum murid dengan hal-hal yang positif untuk meningkatkan kemampuan dan integritas moralnya. Kalau guru menghukum semena-mena dengan tindakan semena-mena. seperti menyuruh berdiri dihalam sekolah selama jam pelajaran, bertidak keras, menempeleng, dan sejenisnya maka ini akan menimbulkan kemarahan siswa. Bahkan ini dikwatirkan siswa akan membalasnya di luar sekolah. oleh karena itu hindari menghukum semena-mena.
7. Pilih Kasih (tidak adil)
Sikap pilih kasih atau tidak adil akan membuat kebijasanaan guru tidak dihormati siswanya. Mereka akan bertindak menjauh, seperti tidak mengindahkan perintah gurunya. Oleh sebab itu, sikap pilih kasih jangan samapi ditunjukan guru ke siswanya. bersikaplah adil
8. Cuek di dalam kelas maupun diluar kelas
Jika guru cuek dengan siswanya, baik dalam maupun di luar kelas. Maka siswa tidak dapat merasakan hubungan emosional yang positif antara guru dan muridnya. Mereka hanya akan belajar dalam arti formal, tetapi tidak memiliki hubungan psikologi yang akrab yang penuh manfaat.
9. Tidak memberikan contoh yang baik
Siswa adalah peniru yang sangat baik. Sebaiknya guru selain memberikan pelajaran materi kepada siswa juga memberikan contoh prilaku yang baik pula. Sehingga kelak siswa dapat bermasyarakat dengan baik.
10. Kaku (tidak humoris)
Tidak humoris merupakan sifat guru yang kurang disukai oleh siswa, karena guru yang kaku, tidak humoris biasanya menimbulkan pembelajaran yang terasa tegang sehingga siswa tidak dapat mengikuti proses KBM dengan baik.
11. Membanding-bandingkan
Guru yang suka membanding-bandingkan siswa satu dengan yang lain atau membandingkan anatar kelas dapat menimbulkan perasaan ketidaksukaan siswa yang merasa diremehkan. Jadi hidarkan membandingkan siswa di depan mereka.
12. Tidak hafal nama siswa
Tidak hafal nama siswa satu per satu sudah menjadi rahasia anatar guru (penulis juga tidak hafal). Maklum ini merupakan hal yang cukup sulit bagi guru yang mengajar siswa lebih dari 300 orang. tapi cobalah untuk semaksimal mungkin untuk hafal nama mereka, minimal nama panggilannya.
Itulah hal – hal yang tidak disukai siswa terhadap guru. Semoga kita sebagai guru baik formal maupun informal dapat menghidari hal-hal yang kurang baik tersebut. Sehingga kita menjadi guru ideal di mata siswa kita. Maju terus, pantang mundur

Ketika harus bicara & harus diam

Andi Hermawan

“Komunikasi yang paling buruk dan paling merusak keharmonisan hidup adalah mengatakan sesuatu yang tidak benar dan tidak baik.”
Setiap lisan dan kata-kata tertulis kita selalu diingat oleh orang-orang di sekitar kita. Walau kita sudah tidak ada lagi dalam kehidupan dunia ini, tetapi lisan kita dan tulisan kita selalu diingat. Ucapan yang baik dan kata-kata yang baik sangatlah penting agar diri kita menjadi kenangan baik bagi siapapun. Bila kita berucap dan menulis hal-hal negatif, maka kita pasti meninggalkan kenangan buruk bagi orang-orang di sekitar kita.
Komunikasi yang baik selalu berbicara tentang kebaikan dan kebenaran. Kebaikan dan kebenaran disampaikan dengan kata-kata positif dan lisan yang penuh persahabatan. Setiap ucapan haruslah terukur dan memberi pesan yang sejuk. Setiap kata-kata haruslah tersusun untuk menghormati semua orang. Berbicaralah dengan kebenaran dan berbicaralah dengan positif untuk kedamaian hidup. Jadilah energi positif melalui lisan dan kata-kata tertulis bagi kedamaian dan keharmonisan bersama.
Semua urusan duniawi menjadi indah…

View original post 422 more words

Ketika harus bicara & harus diam

“Komunikasi yang paling buruk dan paling merusak keharmonisan hidup adalah mengatakan sesuatu yang tidak benar dan tidak baik.”
Setiap lisan dan kata-kata tertulis kita selalu diingat oleh orang-orang di sekitar kita. Walau kita sudah tidak ada lagi dalam kehidupan dunia ini, tetapi lisan kita dan tulisan kita selalu diingat. Ucapan yang baik dan kata-kata yang baik sangatlah penting agar diri kita menjadi kenangan baik bagi siapapun. Bila kita berucap dan menulis hal-hal negatif, maka kita pasti meninggalkan kenangan buruk bagi orang-orang di sekitar kita.
Komunikasi yang baik selalu berbicara tentang kebaikan dan kebenaran. Kebaikan dan kebenaran disampaikan dengan kata-kata positif dan lisan yang penuh persahabatan. Setiap ucapan haruslah terukur dan memberi pesan yang sejuk. Setiap kata-kata haruslah tersusun untuk menghormati semua orang. Berbicaralah dengan kebenaran dan berbicaralah dengan positif untuk kedamaian hidup. Jadilah energi positif melalui lisan dan kata-kata tertulis bagi kedamaian dan keharmonisan bersama.
Semua urusan duniawi menjadi indah bila kita berucap dan berkata-kata positif. Berdoalah kepada Tuhan agar selalu diberikan niat baik dan pikiran positif sebelum berucap dan menulis. Mintalah kepada Tuhan agar lidah mengucapkan kata-kata positif yang memberi kebaikan bagi kedamaian hidup. Ucapan dan tulisan yang baik merupakan bagian penting dari keberadaan kita untuk menjalani kehidupan yang damai, sejahtera, bahagia, sehat, dan penuh persahabatan. Berbicaralah dan tulislah hal-hal baik melalui perasaan dan pikiran positif. Ucapan dan kata-kata yang kita komunikasikan memberi tahu orang lain tentang siapa Anda; memberi tahu orang lain tentang niat, pikiran, dan perasaan kita.
Berbicaralah tentang hal-hal yang kita ketahui secara benar. Jangan pernah berbicara tentang hal-hal yang kita sendiri tidak mengetahui kebenarannya. Sesuatu yang kita mendengarnya dari orang lain, tidaklah pantas untuk kita bicarakan kepada siapapun. Sebab, kita sendiri tidak mendengarnya langsung, tetapi mendengarnya dari orang lain, sehingga kebenaranya belum pasti.
Komunikasi yang paling buruk dan paling merusak keharmonisan hidup adalah mengatakan sesuatu yang tidak benar dan tidak baik. Jangan pernah sekalipun menceritakan atau membicarakan sesuatu yang tidak berguna bagi hidup kita. Berbicaralah dan menulislah hanya hal-hal baik yang berguna bagi hidup kita dan orang lain. Jangan pernah mengatakan atau menuliskan sesuatu yang tidak benar, tidak baik, tidak bagus, tidak berguna, dan merusak kedamaian hidup.
Bahasa dan kata-kata baik adalah hadiah terindah dari Tuhan agar kita bisa membangun kehidupan yang damai dan bahagia di bumi ini. Tata bahasa, kata-kata, dan ucapan haruslah dikeluarkan dari diri kita setelah kita berdoa dan minta izin kepada Tuhan. Tuhan telah memberikan kita niat baik, pikiran positif, kata-kata baik, ucapan baik, emosi baik; sekarang, gunakan instrumen ilahi yang kita miliki ini dengan penuh hormat dan rendah hati.
Jangan pernah menyalahgunakan lisan dan kata-kata tertulis dalam bahasa negatif. Niat buruk, pikiran negatif, perasaan negatif, sifat buruk, dan rencana buruk, adalah instrumen dari kekuasaan gelap untuk kerusakan hidup. Energi negatif dari kekuasaan gelap selalu berkomunikasi dengan cara menyebarkan kebencian, menyebarkan kebohongan, menyebarkan gosip, menyebarkan fitnah, serta memiliki lisan dan tulisan untuk merusak kedamaian dan keharmonisan hidup.
Berbicaralah setelah berpikir dan merenung di dalam energi positif. Bahasa dan kata-kata negatif menghasilkan permusuhan, dendam, sakit hati, marah, konflik, dan hal-hal yang sulit disembuhkan untuk menjadi baik kembali. Jadi, tetaplah berkomunikasi dengan niat baik dan tidak pernah menyalahgunakan ucapan, sehingga kesucian kata dan bahasa tetap menjadi kunci untuk keharmonisan dan kedamaian hidup.
Bila tidak berguna, jangan diucapkan. Bila menyakiti orang lain, jangan dikatakan. Bila merusak keharmonisan sosial, jangan dibicarakan. Lebih baik tidak berbicara sama sekali daripada berbicara merusak kedamaian hidup. Diam itu emas. Berbicara buruk itu merusak. Berbicara baik dan positif itu membangun peradaban dan kemajuan.